Suasana penuh semangat dan kesungguhan terasa di Sekretariat IKADU Mesir pada Kamis (26/03/2026). Dalam kajian bertajuk “Khoritotul Ulum”, Al-Ustadz Idzul Fikri mengajak para anggota IKADU Mesir untuk kembali menata niat dan arah dalam menuntut ilmu.Kajian ini menegaskan bahwa menjadi penuntut ilmu bukan sekadar status, melainkan amanah. Amanah untuk terus belajar, menjaga fokus, dan tidak teralihkan oleh hal-hal yang melalaikan dari tujuan utama.
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah bahwa penuntut ilmu sejati tidak akan berhenti sampai ia mendapatkan apa yang ia cari. Ilmu bukan hanya tentang mengetahui, tetapi tentang manfaat yang dihasilkannya—yang mampu mengangkat derajat seseorang.
Dalam penjelasannya, Al-Ustadz Idzul Fikri juga mengangkat makna dari Surat Fatir ayat 28, bahwa orang yang benar-benar takut kepada Allah adalah mereka yang berilmu. Rasa takut ini bukan sekadar ketakutan, melainkan bentuk kesadaran, ketundukan, dan kedekatan kepada-Nya.
Tak hanya itu, peserta juga diingatkan pentingnya memiliki tujuan besar. Sebuah ungkapan indah disampaikan:
“Jadilah seseorang yang kakinya berpijak di tanah, namun cita-citanya melambung tinggi hingga ke bintang.”
Pesan ini menjadi pengingat bahwa realitas harus dihadapi dengan rendah hati, namun mimpi tidak boleh dibatasi.
Kajian juga menyoroti pentingnya menjaga waktu dan lingkungan. Waktu yang terbuang adalah kerugian besar, sementara lingkungan yang baik akan membentuk pribadi yang baik pula.
Sebagai penutup, ditekankan bahwa ilmu harus diiringi dengan kompetensi. Karena pada akhirnya, yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya orang berilmu, tetapi mereka yang mampu berkontribusi nyata.
Kajian ini menjadi momentum refleksi bagi para anggota: bahwa perjalanan menuntut ilmu bukan hanya tentang proses akademik, tetapi juga perjalanan membangun diri, iman, dan masa depan.
← Kembali© 2025 IKADU MESIR. All Rights Reserved.