Sebagai almamater yang bertempat di Mesir, negara dengan nuansa keilmuannya yang kental, IKADU Mesir tak pernah kehabisan ide untuk menghadirkan program-program keilmuan dengan cara yang unik. Salah satunya ialah Rihlah Maktabah, kegiatan yang merupakan bagian dari rentetan program RINDU (Rihlah Ilmiah & Napak Tilas Ulama bareng IKADU).
Kegiatan yang diadakan pada hari Ahad tanggal 16 November 2025 kemarin, bukanlah rihlah biasa yang sering kali hanya mengunjungi maktabah atau perpustakaan di kawasan belakang Al-Azhar. Akan tetapi, destinasi yang dipilih oleh Divisi Keilmuan pada rihlah kali ini ialah Suur al-Azbakeya atau pasar buku tua yang legendaris. Pasar buku tua yang sering disebut Azbakeya ini sengaja dipilih untuk menciptakan suasana berbeda dari rihlah maktabah pada umumnya, juga agar para anggota IKADU Mesir mengetahui bahwa terdapat maktabah yang menjual buku-buku bekas di daerah Attaba. Terlebih, Azbakeya baru-baru ini telah direvitalisasi oleh pemerintah Mesir dengan menghadirkan wajah baru yang lebih rapi, estetik, dan minimalis, ibarat hidden gem di balik pasar Attaba yang cukup kumuh.
Sebelum keberangkatan, para peserta diminta untuk berkumpul di Rumah PPDU pada pukul 12.30 WLK untuk melaksanakan salat zuhur berjemaah, kemudian dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi singkat seputar pemetaan keilmuan oleh Ustaz Nabhan Mujahid El Umam. Pada materi ini Ustaz Nabhan juga membahas ilmu alat, ilmu maqashid, juga pembagian tingkatan karya sebagai penjelas dari kitab turats mulai dari matan, syarh, hasiyyah, dan taqriraat.
Usai materi pada pukul 14.00 WLK, rombongan IKADU Mesir berangkat dari Rumah PPDU menuju Azbakeya menggunakan micro bus (Tremko). Sesampainya di sana pada pukul 15.00 WLK, rombongan langsung melaksanakan salat asar berjemaah yang dilanjutkan dengan sesi perfotoan Bersama, kemudian berkeliling maktabah dengan Ustaz Muhammad Firas sebagai pemandu.
Di Azbakeya sendiri, koleksi buku yang tersedia tentu tidak sebanyak maktabah di belakang Al-Azhar. Akan tetapi, terdapat beberapa maktabah di Azbakeya yang secara spesifik menjual koleksi karya dari satu mua’allif saja, seperti maktabah khusus yang hanya menjual karya Imam Ghozali, begitu pun selainnya. Selain itu, Azbakeya juga memiliki beberapa kios yang menjual buku-buku umum selain agama, seperti novel Harry Potter, Rich Dad and Poor Dad karya Robert T. Kiyosaki, Atomic Habbits, dan lain-lain.
Usai berkeliling dan membeli buku, rombongan pun kembali ke rumah masing-masing pada pukul 17.00 WLK. Harapannya, setelah acara ini berakhir terdapat wawasan baru bagi para peserta bahwa maktabah tidak terbatas pada kompleks sekitar Al-Azhar ataupun CIBF (Cairo International Book Fair) saja, namun terdapat tempat-tempat lain seperti Azbakeya sebagai salah satunya. Meskipun belakangan ini terdapat cukup banyak masisir yang pergi ke Azbakeya karena fomo dengan keestetikannya, setidaknya ini merupakan fomo yang baik karena ia bisa menjadi gerbang untuk mengenal maktabah beserta buku-buku di dalamnya.
← Kembali© 2025 IKADU MESIR. All Rights Reserved.