Logo IKADU Mesir

IKADU MESIR

Ikatan Keluarga Daarul Ukhuwwah Mesir

Buka Bersama IKADU Mesir

Saat Harapan Perempuan Terhenti di Jalur Rel Kereta Api

Penulis: Allifia Salsabila Editor: Andisal Nuzula - 29 April 2026

Stasiun Bekasi Timur menjadi saksi bisu sebuah kenyataan yang sulit diterima. Tragedi yang melibatkan KA Argo Bromo dan KRL baru-baru ini meninggalkan luka yang tak terlupakan. Empat belas nyawa melayang dan semuanya adalah perempuan.

Mereka adalah para perempuan pejuang yang mungkin sedang mencari nafkah, menjemput rezeki untuk anak-anaknya di rumah. Di dalam gerbong itu, mereka membawa lebih dari sekedar sebuah raga. Mungkin di tas mereka ada bekal makan siang yang disiapkan buru-buru sejak subuh. Mungkin di dalam dompet mereka ada uang yang disisihkan untuk kebutuhan dapur dan pendidikan anak.

mereka semua adalah pejuang perempuan yang terbiasa berdesakan di transportasi umum demi memastikan roda kehidupan orang-orang tersayangnya terus berputar. Para wanita hebat yang berangkat dari rumah dengan niat mulia, tanpa menyadari sedikitpun bahwa tiket kereta yang mereka pegang adalah tiket menuju perjalanan terakhir mereka. Tidak ada yang tahu juga jika lambaian orang-orang tersayang di rumah sebelum berangkat juga lambaian terakhir mereka.

Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi kita yang masih bernapas. Bahwa hidup hanyalah pinjaman. Selama ini kita sering kali sibuk merencanakan apa yang akan kita lakukan 1 tahun ke depan atau 10 tahun ke depan, bukan sekedar merencanakan besok malam mau makan apa. Namun kita sering lupa bahwa maut tak mengenal apapun. Dia tidak menunggu kita siap, dia juga tidak peduli seberapa berat beban yang kita pikul. Dia bisa datang kapan saja bahkan di tengah rutinitas yang biasa sekalipun. Mungkin bagi 14 perempuan ini, perjalanan hari itu hanyalah rutinitas harian yang membosankan, tapi ternyata menjadi bab akhir di dalam buku kehidupan mereka.

Satu hal yang berada di kendali kita hanyalah bagaimana kita menghargai waktu yang berjalan. Menghargai setiap percakapan bersama orang yang kita cintai dan jangan menunda niat baik, karena kita tidak tahu apakah hari esok masih menjadi hari milik kita.

Selamat jalan untuk para perempuan hebat. Perjuangan kalian dalam mencari nafkah dan mengupayakan harapan keluarga adalah bentuk ibadah yang akan selalu diingat.

← Kembali