Logo IKADU Mesir

IKADU MESIR

Ikatan Keluarga Daarul Ukhuwwah Mesir

Buka Bersama IKADU Mesir

Tasyji’ dan Takrim IKADU Mesir: Bukti Nyata Perkembangan Anggota

Reporter: Muhammad Yafi Dwi Ari Kusuma Editor: Ulyanisa Imtitsalillah - 16 Desember 2025

Selasa (16/12), IKADU Mesir kembali menggelar agenda rutin tahunan Tasyji’ dan Takrim. Acara yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di Aula Idarah Wafidin, Bu’uts, ini berhasil menarik banyak perhatian. Pasalnya, organisasi sekelas almamater mampu menyelenggarakan dan merealisasikan kegiatan yang terhitung megah dengan menghadirkan tiga kiai Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, yakni KH. Dr. Muh. Ajir Abdi Moenip, Lc., M.A., KH. Ahmad Syakirin Asmui, Lc., dan KH. Dr. M. Musa Syarof, beserta istri, serta tamu undangan lainnya, Ustadzah Hj. Oki Setiana Dewi, S.Hum., M.Pd., dan Syaikh Muhammad Fauzy Haikal selaku muqri’ Al-Qur’an di markas IKADU Mesir.

Dalam materi tasyji’ yang disampaikan, KH. Dr. Muhammad Ajir Abdi Moenip, Lc., M.A. mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut yang dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Selain itu, beliau berpesan kepada seluruh anggota IKADU Mesir agar senantiasa berpegang teguh pada pedoman pesantren serta terus meningkatkan keilmuan, baik dalam bidang Al-Qur’an, bahasa Arab, maupun spesialisasi masing-masing.

Senada dengan hal tersebut, KH. Ahmad Syakirin Asmui, Lc. turut mengapresiasi kegiatan Tasyji’ dan Takrim yang dinilai mengalami banyak perkembangan. Beliau juga mengingatkan para santri PPDU di Mesir agar tetap memiliki sikap berdikari serta tidak berhenti pada capaian jenjang sarjana (S1), melainkan melanjutkan pendidikan setinggi mungkin.

Sementara itu, KH. Dr. M. Musa Syarof menekankan pentingnya kesabaran dalam menuntut ilmu. Menurut beliau, setiap penuntut ilmu wajib memiliki kesabaran dan sikap pasrah kepada Allah Swt., Sang Maha Pengatur, yang senantiasa diiringi dengan doa.

Selain menyampaikan pesan dan rasa bangga, para kiai juga memaparkan progres perkembangan pondok-pondok pesantren di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa tidak hanya para mahasiswa yang terus berjuang menuntut ilmu, tetapi para kiai pun senantiasa berjuang di medan pengabdian mereka masing-masing.

Harapannya, kehadiran lulusan Al-Azhar mampu mewujudkan cita-cita besar Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah.

← Kembali